Balasan Orang yang Menggunakan Sihir

Santet Dalam Islam dan Balasan Orang yang Menggunakan Sihir

Santet Dalam Islam dan Balasan Orang yang Menggunakan Sihir – Santet yang sering pula disebut dengan istilah teluh, tenung, hingga jengges merupakan sebuah kekuatan ghaib yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki niatan jahat untuk mencelakai pihak lain. Adapun perbedaan penyebutan istilah nama tersebut didasarkan pada setiap daerah.

Pertanyaan selanjutnya ialah apakah santet itu benar-benar ada atau ternyata hanya bualan yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu saja dan dijadikan senjata untuk mendapatkan tujuan tertentu?

Masruri, dalam bukunya Dialog Seputar Kekuatan Gaib mengatakan bahwa fenomena santet tidak lebih dari permainan magis yang bertujuan menguasai, memerintah, hingga menggerakkan suatu benda hingga bisa berada pada suatu tempat yang dikehendaki oleh penggeraknya.


BACA JUGA : Cara Mengembalikan Santet Tingkat Tinggi, Balik ke Pemasangnya! 


Santet Dalam Islam

Dalam Islam sendiri, santet ini termasuk ke dalam jenis sihir. Yang mana sihir ini seperti halnya yang dikatakan oleh Al Alusi Rahimahullah, untuk mendapatkannya perlu mendekatkan diri kepada setan, dengan cara melakukan perkara-perkara keji/buruk.

Hal itu bisa berupa perkataan seperti mantra-mantra yang mengandung kalimat-kalimat syirik, pujian kepada setan dan kekuasaan setan; Juga berupa perbuatan, seperti menyembah bintang-bintang, menekuni kejahatan, dan seluruh kefasikan; Serta berupa keyakinan, seperti menganggap baik sesuatu yang bisa mendekatkannya kepada setan dan kecintaannya kepada setan.

Dan sihir itu tidaklah berjalan dengan baik kecuali dengan orang yang sejalan dengan setan dalam keburukan dan kekejian jiwa. Karena kesesuain atau kecocokan merupakan syarat saling mendekat dan membantu. Jelas bahwa santet adalah hal yang terkutuk karena adalah perbuatan menyekutukan Allah. Lantas apakah balasan orang yang menggunakan sihir tersebut?


BACA JUGA : Doa Sebelum Tidur Agar Terhindar dari Sihir yang Membahayakan


Balasan Orang yang Menggunakan Sihir

Sebagaimana kita ketahui bahwa ada dua pihak yang bertanggung jawab dalam praktik santet-menyantet. Orang tersebut adalah orang yang meminta bantuan dan pihak yang memberikan bantuan.

Adapun pihak yang akan menerima hukum karma lebih berat ialah pihak yang meminta bantuan. Namun begitu, ada semacam kepercayaan bahwa apabila orang yang menyantet membuat target sampai mati maka harus membayar semua dosa-dosa orang yang disantetnya.

Lebih dari itu, bahkan harus membayar bunganya. Dengan kata lain, bahwa sang penyantet benar-benar akan menderita seumur hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Fenomena santet ini tentunya sebisa mungkin dihindari.

pagar ghaib